Media Budidaya Ikan Cupang
Usaha budidaya ikan ini sangat menjanjikan sebagai mata pencaharian utama atau usaha sambilan. Budidaya cupang tergolong sederhana dan tidak memerlukan peralatan rumit dan lahan yang luas, cukup area sekitar 5 meter persegi atau bahkan kurang, sehingg bisa dilakukan di rumah dengan lahan pekarangan terbatas.
Media yang digunakan terdiri dari media pemijahan dan media pembesaran. Media pemijahan dapat berupa baskom, toples, aquarium berukuran 20 x 20 x 30 cm, paso, ember plastik, atau kaleng bekas cat berdiameter lebih kurang 20 cm. Sementara itu, media pembesaran dapat berbentuk kolam atau bak semen berukuran 100 x 200 x 40 cm, bak terpal atau plastik yang ukuranny disesuaikan dengan lahan dan dana yang ada, aserta akuarium berukuran 100 x 40 x 50 cm.
Akuarium biasanya digunakan untuk memelihara burayak yang baru menetas sampai umur tiga minggu karena suhu akuarium relatif stabil. Sementara bak semen lebih banyak digunakan untuk proses pembesaran burayak berumur tiga minggu sampai ukuran siap dipindah ke wadah soliter karena ketebalan dapat mempertahankan suhu panas atau dingin agak lama. Pada umur ini cupang sudah dapat menyesuaikan diri dengna perubahan suhu air. Alternatif lain adalah bak fiberglass, namun harganya tergolong mahal bagi pemula.
Setelah dua atau tiga kali pendederan, anda perlu menyortir anakan yang tumbuh lebih besar dan memasukkannya ke wadah soliter seperti bekas botol air mineral atau akuarium kecil. Cupang yang ukurannya lebih besar dipisahkan lebih dari untuk menjaga agar bagian-bagian siripnya tidak rusak.
Indukan Yang Tepat Untuk Ikan Cupang
Pemijahan cupang memerlukan indukan jantan dan betina yan gsehat. Indukan jantan dan betina dapat dibedakan dari sirip dan warna tubuhnya. Cupang jantan memiliki jari-jari sirip anal, punggung dan ekor yang lebih panjang dibandingkan selaput yang menutupinya dan erwarna lebih gelap di punggungnya sedangkan cupang betina memiliki jari-jari sirip pendek dan warnanya tampak kurang menarik.
Indukan cupang dapat berasal dari penangkaran sendiri atau membeli dari pembudidaya yang sudah terkenal. Yang pertma kali perlu diperhatikan adlah kesehatan cupang. CUpang yan gsehat ditandai denga nwarn yuan gcerah, gerakan yang lncah dan seluruh sirip yang selalu mengembang ketika didkatkan pda cupang lain. Pembudidaya pemula sebaiknya memilih cupang yang mempunyai warna-warna dasar seperti merah, hijau, biru atau kuning polos.
Induk jantan dan betina yang akan dipijahkan sebaiknya tidak berasal dari satu keturunan. Pemijahan yang berasal dari satu keturunan (inbreeding) akan menghasilkan keturunan yang cacat, pertumbuhannya lambat, dan mengalami kelainan bentuk sirip atau tubuh. Tujuh puluh lima persen warna anakan pada umumnya diturunkan dari indukan jantan, sedangkan 75% kualitas fisiknya diturunkan dari indukan betina.
Jenis cupang yang dipilih ergantung selera pembudidaya. Sekedar untuk pertimbangan, pemeliharaan cupang serit tergolong lebih sulit dibandingkan halfmoon atau plakat karena sirip-sirip serit rentan patah jika ikan tidak diperlakukan ekstra hati-hati. Tidak dianjurkan mengawinkan antar jenis cupang karena akan merusak genetika keturunannya.
Cupang yang dipilih untuk indukan sebaiknya yang telah berumur 5—6 bulan dengan ukuran minimal 5 cm. Pada usia ini telur induk betina lebih matang sehingga tingkat keberhasiln hidup burayak lebih tinggi. Pada pemijahan pertama, satu ekor induk betina dapat menghasilkan 300—500 ekor anakan yang 80% di antaranya berkelamin jantan. Induk betina dapat dipijahkan kembali setelah dirawat selama 2—3 minggu. Tetapi pada umumnya pembudidaya tidak menggunakan induk betina yang sama untuk dipijahkan kedua kali dan seterusnya karena jumlah anakan jantan yang dihasilkan semakin berkurang.
Sebelum dipijahkan, indukan cupang harus dirawat lebih dahulu. Indukan jantan dan betina ditempatkan secara terpisah dala botol atau toples atau akuarium soliter selama seminggu. Berikan makanan yang banyak mengandung protein seperti jentik nyamuk. Jangan memberi makan yang banyak mengandung lemak seperti cacing sutera karena akan mengurangi jumlah telur yang dihasilkan. Frekuensi pemberian makanan adlah dua kali sehari kira-kira 5—10 ekor jentik nyamuk.
Proses Pemijahan Pada Ikan Cupang
Cupang biasanya memijah pada pagi sampai siang hari setelah sehari sebelumnya dimasukkan kedalam wadah pemijahan. Adapun langkah-langkah melaksanakan pemijahan cupang adalah sebagai berikut:
1. Siapkan wadah pemijahan berupa baskom atau akuarium kecil yang sebelumnya sudah dibersihkan dan dikeringkan.
2. Isi air ke dalam wadah pemijahan sampai setinggi 15—20 cm.
3. Masukkan induk jantan ke dalam wadah lebih dahulu.
4. Masukkan indukan betina pada sore hari ke dalam wadah transparan seperti botol air mineral 1,5 liter yang dipotong dua bagian atau botol selai dan letakkan wadah itu di tengah-tengah wadah yang berisi induk jantan. Kehadiran induk betina akan membuat sang jantan birahi dan membangun buih sarang kurang lebih 1—2 jam kemudian.
5. Setelah 4—5 jam, masukkan ikan betina ke dalam wadah ikan jantan. Jika keduanya berjodoh, proses pemijahan segera berlangsung. Cupang pada umumnya memijah pada pagi atau siang hari.
6. Pemijahan ditandai dengan induk jantan melilitkan tubuhnya ke induk betina. Kemudian induk betina mengeluarkan telur yang diikuti dengan keluarnya sperma induk jantan yang segera membuahi sel telur. Cupang jantan menangkap telur-telur yang keluar itu dengan mulutnya kemudian meletakkannya di sarang busa yang dipersiapkannya. Proses pemijahan berlangusng sekitar 3 jam.
7. Karena induk betina punya kecenderungan mamakan telur-telurnya, setelah proses pemijahan dan pemindahan telur selesai, pindahkan induk betina dan biarkan induk jantan dalam wadah karena sang jantan inilah yang akan merawat anak-anaknya. Induk jantan hampir tidak pernah memakan telur atau burayak. Kalaupun hal ini terjadi, itu disebabkan oleh kurangnya pakan yang tersedia untuk sang induk jantan.
8. Telur akan menetas kurang lebih dalam waktu 24 jam dan larva cupang masih menyimpan makanan berupa kuning telur (yolk sack) sampai umum 5—7 hari sehingga sampai umur ini larva cupang belum perlu diberi makan.