Lingkungan Hidup: Ikan Cupang, Betta Fish Environment
Cupang terkenal sebagai ikan yang dapat bertahan hidup dengan kandungan oksigen yang sangat terbatas, yaitu di bawah ambang normal (3 mg/l), dan di tempat yang sempit karena ikan ini dapat menyerap oksigen melalui rongga labirin di atas insang. Karena itu, budidaya cupang tidak memerlukan aerator sebagai alat bantu sirkulasi udara. Cupang dapat hidup dengan baik pada air dengan pH 6,2—7,5, kesadahan air 7—10 derajat HD, dan temperatur air 21—31 derajat Celcius.
Sumber Air Untuk Ikan Cupang
Sumber air untuk budidaya cupang dapat berasal dari air tanah, air sungai, atau air PAM. Masing-masing sumber air tersebut memerlukan perlakuan yang berbeda sebelum digunakan.
Air tanah atau air sumur harus diendapkan lebih dahulu minimal 12 jam agar kandungan oksigen terlarutnya memadai. Gas-gas seperti H2S (belerang), karbon dioksida (CO2), mineral dan koloid akan menguap melalui pengendapan ini. Pengendapan air akan meningkatkan pH yang belum optimal.
Air sungai perlu disaring dengan pasir, ijuk, dan zeolit lalu ditampung dalam bak khusus dan diendapkan satu malam sebelum digunakan, sedangkan air PAM harus diendapkan selama satu malam dan diaerasi minimal 24 jam karena air PAM sering mengandung klorin. Untuk menurunkan kandungan klorin, anda dapat menggunakan antiklorin seperti kaliumtiosulfat atau potasiumtioposfat (K2S2O3) dengan dosis satu kristal setiap 30 liter air atau sekitar 3 ppm.
Pondus Hydrogeni (pH): Manfaat Daun Ketapang?
Derajat keasaman (pH) adalah ukuran kandungan hidrogen dalam air. Nilai pH adalah antara 1—14. Air dengan angka pH 1 bersifat sangat asam, sementara pH 7 berarti netral. Air dengan pH 14 berarti sangat basa dan terasa pahit seperti sabun.
Derajat keasaman yang ideal untuk budidaya cupang adalah 6,2—7,5. Cupang tidak dapat hidup di air dengan pH 1—4 (terlalu rendah) atau 11—14 (terlalu tinggi). Jika pH tidak sesuai dengan pH ideal yang dibutuhkan cupang, cupang akan tidak bernafsu makan, berenang tidak stabil, sisiknya menjadi kasar, tidak mau berkembang biak atau bertelur, tubuhnya bantet, bahkan mati. Angkah pH sangat dipengaruhi oleh kandunagn CO2 dalam air. CO2 ini merupakan hasil respirasi ikan dan kadarnya berbeda antara siang dan malam. Selain itu, faktor sisa pakan, sekreasi ikan, dan penggantian air juga mempengaruhi pH.
Untuk mengukur derajat keasaman air, gunakan kertas lakmus atau pH meter. Jika pH air terlalu asam, tuang kapur pertanian atau kapaur bordo dengan dosis secukupnya ke dalam air. Jika pH terlalu basa, yaitu lebih besar dari 7, masukkan daun ketapang (Palaqium clarkeanum) ke dalam wadah air.
Oksigen Terlarut Dalam Air Ikan Cupang
Oksigen terlarut untuk ikan pada umumnya lebih besar dari 3 g/l, tetapi cupang dapat bertahan hidup di bawah kandungan oksigen terlarut minimal ini. Ikan yang kekurangan oksigen terlihat megap-megap dan akan sering berenang di permukaan untuk mengambil oksigen. Gunakan aerator untuk mengatasi rendahnya kadar oksigen terlarut dalam air.